Instalasi Fiber Optic

Teknik Terminasi dan Slicing Kabel Fiber Optic :

Untuk penyambungan kabel fiber optik ke konektornya bisa dengan cara terminasi biasa splicing. Pada umunya sampai saat ini pemasangan konektor fiber optic kebanyakan masih menggunakan terminasi biasa.

Sedangkan pemasangan konektor fiber optic dengan cara khusus dibutuhkan alat khusus yang bernama splicer fusion. Alat ini yang digunakan untuk menyambung dua ujung fiber optic dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi, alat ini dilengkapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung dua sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung 1 dan ujung 2 dan kedua ujung FO harus benar-benar bersih (biasanya digunakan alcohol yang mendekati 100% dan tisu untuk membersih kan ujung FO yang sudah dikupas) karena apabila ada kotoran sedikit saja maka splicer fusion tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Pemasangan Fiber Optic (Fiber Optic Assemblies):

Terdiri atas connector, pigtail, dan patch cord.

Connector adalah ujung dari fiber optic, jenisnya banyak sesuai dengan kebutuhan dilapangan.

Gambar Connector Fiber Optic

Pigtail adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor.

Gambar pigtail

Patch cord adalah kabel fiber optic yang pada dua sisi ada konektor. Patch cord digunakan untuk menghubungkan device atau dikenal juga dengan optic jumper.

Gambar patch cord

Wall-Mount

Wall-mount adalah terminasi fiber optic yang menempel di dinding.

Gambar Wall-Mount

Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box (OTB) adalah terminasi fiber optic yang ada pada rak atau boks.

Gambar OTB

Joint Closure

Joint Closure adalah titik sambung dari fiber optic.

Gambar Joint Closure

High Distribution Cabinet

High Distribution Cabinet adalah rak tempat terminasi fiber optic.

Gambar High Distribution Cabinet

Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

OTDR merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu fiber optic pada domain waktu. Beberapa parameter yang dapat diukur pada OTDR adalah :.

§ Jarak

Titik lokasi dalam suatu ink, ujung link atau patahan.

§ Loss

Loss untuk masing-masing splice atau total loss dari ujung ke ujung dalam suatu link.

§ Atenuasi

Atenuasi dari serat dalam suatu link.

§ Refleksi

Besar refleksi (return loss) dari suatu event.

Informasi mengenai redaman serat, loss sambungan, loss konektor dan lokasi gangguan serta loss antara dua titik dapat ditentukan dari monitor OTDR. OTDR memungkinkan sebuah link diukur dari salah satu ujung.

Gambar OTDR

Power Meter

Power meter dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optic baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan. Penggunaan power meter harus berada pada kedua ujung kabel fiber optic.

Gambar Power Meter

Splicing (Fusion Splicer)

Proses penyambungan/ splicing terdiri dari beberapa langkah kerja berikut :

a. Stripping/ pengupasan lapisan coating ujung fiber optic dengan stripper

b. Membersihkan ujung fiber optic

c. Perataan ujung fiber optic dengan cleaver

d. Meletakkan ujung-ujung fiber optic pada V-groove alat sambung dan pelurusannya oleh alat sambung.

e. Peleburan dan perekatan ujung fiber optic menggunakan pancaran listrik dari elektroda

f. Analisa hasil sambungan

g. Pemberian pelindung dan penyimpanan sambungan

Gambar Fusion Splicer