Langsung saja, pembahasan kali ini adalah tutorial mengenai beberapa cara untuk me-run file external, seperti file executable (*.exe), file text (*.txt) menggunakan Delphi 7. Terdapat berbagai macam cara untuk me-run file external menggunakan Delphi, berikut ini saya akan paparkan sebagain saja. Cara yang pertama, yang paling sederhana, adalah menggunakan command winexec.
winexec (‘namafile.exe’);
Contoh dari penggunaan command ini untuk membuka notepad kosong, dengan menggunakan code :
winexec (‘notepad.exe’);
Ketika program dijalankan, maka program tersebut akan membuka notepad. Cukup sederhana, dan selesai
Cara kedua, yang ‘sedikit’ rumit
, adalah menggunakan bantuan dari API (Application Programming Interface) yang juga sudah tersedia di dalam delphi, yaitu menggunakan fungsi ShellExecute yang terdapat pada unit ShellAPI. Format penggunaannya adalah :
function ShellExecute (hWnd :HWND; Operation, FileName, Parameters,
Directory: PChar; ShowCmd: Integer): HINST; stdcall
dengan
- hWnd : Handle
- Operation : operasi yang akan dilakukan. Bisa diisi dengan ‘open’, ‘explore’, ‘print’. Namun, operasi yang sering digunakan adalah operasi ‘open’.
- FileName : file yang akan dibuka berikut nama foldernya.
- Parameter : tambahan parameter yang akan diberikan ke file. Bila tidak ada, diisikan nil.
- Directory : alamat default untuk aplikasi yang dibuka. Bila tidak ada, diisikan nil.
- ShowCmd : state/mode dari aplikasi yang akan dibuka. Ada beberapa macam mode :
- SW_SHOW
- SW_MINIMIZE
- SW_MAXIMIZE
- SW_HIDE
Untuk menggunakan fungsi ShellExecute, terlebih dahulu HARUS ditambahkan ‘ShellAPI‘ pada bagian USES. Contoh penggunaanya fungsi diatas adalah seperti ini :
- Membuka notepad :
ShellExecute(Handle, ‘open’, ‘c:\Windows\notepad.exe’,
nil, nil, SW_SHOWNORMAL)
- Membuka sembarang file txt dengan notepad :
ShellExecute(Handle,’open’, ‘c:\windows\notepad.exe’,
‘c:\SomeText.txt’, nil, SW_SHOWNORMAL);
- Membuka explorer dari suatu folder :
ShellExecute(Handle,’open’, ‘c:\Download’, nil, nil, SW_SHOWNORMAL) ;
Semoga bermanfaat
If you have any question, please fell free to ask
Lazarus, Delphi-like open source IDE
Lazarus adalah salah satu program open source IDE dengan basis bahasa pascal dan compiler freepascal. Model komersial dari IDE ini adalah Delphi, yang sudah banyak dipakai untuk berbagai keperluan. Lazarus mempunyai tampilan IDE yang mirip dengan Delphi, oleh karena itu, bagi rekan-rekan yang sudah familiar dengan Delphi, dapat menggunakan Lazarus ini dengan cepat.
Komponen-komponen utama Lazarus tidak jauh berbeda dengan komponen utama Delphi, seperti komponen standard dan additional. Selain itu, juga terdapat chart (grafik), kalender, dan dialog-dialog untuk membuka/menyimpan file. Mode form di Lazarus juga sudah memadai, mulai dari mode standard, mode AlwaysOnTop, sampai mode MDIForm & MDIChild. Mode yang terakhir,sampai versi yang terakhir ini (v0.9.28.2), masih diperlukan komponen tambahan untuk membuat Lazarus mampu menjalankannya. Selain itu, untuk membuat aplikasi yang berhubungan dengan database , Lazarus juga sudah dilengkapi dengan koneksi ke database.
Walaupun masih beta, tidak ada salahnya mencoba berkarya menggunakan Lazarus ini, karena selain cukup stabil, program yang dihasilkan juga cukup bagus, tidak kalah dengan program dari Delphi. Untuk mendownloadnya, cukup kunjungi situs resmi Lazarus , atau pada situs wiki Lazarusnya.
Selamat mencoba!
Running Matlab on Windows 7
Some problem to running your Matlab in Windows 7 because of the java runtime error occured. We should change the java’s version to make it able to run. Here step-by-step to do that :
1. Download the java with version 1.5.0_19. DO NOT use the lastest version. After that, just install the whole package.
2. Open the Matlab root directory. Then, continue to open \sys\java\jre\win32. Find the folder that contain ‘jre’ words, and rename it. you can rename it with anything you like. But, notice the folder’s name before you change it.
3. Open the Java folder at Program Files, C:\Program Files\Java, then find out the folder that you have installed before. For instance, just find the folder named jre1.5.0_19. Copy this folder, then paste it to the Matlab’s Java directory, ex : {Matlab’s root}\sys\java\jre\win32\.
4. After that, rename it with the original name. For example, if we have the original name for jre’s folder is jre.1.5.0, so we should change the folder that you’ve paste with the same name.
5. Matlab is ready to rock..
Enjoy the tutorial, and feel free to ask
Simple Thresholding using Matlab
Salah satu tools yang bisa digunakan untuk merancang dan menguji rangkaian pengolahan citra adalah Matlab. Pada Matlab terdapat beberapa cara untuk melakukan pengolahan citra, yaitu menggunakan fungsi-fungsi dalam paket Image Processing Toolbox, atau dapat juga menggunakan bentuk blokset, yaitu dalam Video and Image Processing Blockset. Kali ini akan dibahas mengenai operasi Thresholding, mengubah citra grayscale menjadi citra biner,secara sederhana menggunakan kombinasi dari Image Processing Toolbox dan Image menggunakan Blockset
I=imread ('rice.png')imshow (I)
- Image from workspace, didapat dari Video and Image Processing Blockset / Source
- Relational Operator, didapat dari Simulink / Logic and Bit Operation
- Constant, didapat dari Simulink / Source
- Video Viewer, didapat dari Video and Image Processing Blockset / Sink
- Pada Block Image from Workspace, ubah
- Value = I
- Output port label = Image
- Ubah Relational Operator menjadi berbentuk parameter >
- Nilai contant diubah menjadi 128. Secara umum, nilai grayscale berada pada rentang 0-255, dan dipilih nilai tengahnya, yaitu 128. Nilai ini merupakan ambang batas yang digunakan untuk menentukan apakah suatu titik / pixel merupakan warna hitam atau putih.
- Pada blok Video Viewer, ubah Input Image Type menjadi Intensitiy.
- Kemudian, rangkai semua blok seperti gambar berikut
- Setelah itu, sebelum dijalankan, ubah dahulu parameter simulasi, dengan cara membuka Configuration Parameter dari menu Simulation. Ubah parameter menjadi :
- Pada panel Solver, Stop Time = 0
- Pada panel Solver, Type = Fixed-step
- Pada panel Solver, Solver = discrete (no continous states)
Pulsa 2000 SMS IM3 kemana?
Sekitar 2 minggu yang lalu, tersiar rumor bahwa pulsa SMS 2000 IM3 tidak lagi beredar. Cukup mengagetkan juga, pasalnya dengan adanya pulsa ini, pengeluaran untuk biaya komunikasi jadi lebih rendah. Untuk mengecek kebenaran berita ini, saia pun mencari ke penjual pulsa langganan saia, di daerah Deresan. Eh, ternyata benar, mereka tidak mempunyai stok untuk pulsa IM3 2000 SMS.
Tidak seperti biasanya.
Pasalnya, counter pulsa ini mempunyai stok yang cukup untuk pulsa provider lainnya, termasuk untuk IM3, selain pulsa 2000 SMS tersebut. Dugaan pulsa 2000 SMS dicabut semakin menguat
Setelah dua minggu akhirnya menggunakan pulsa biasa, akhirnya, saia mendapatkan titik terang. Hal ini dimulai dari futsal hari ini. Seusai futsal, saia dan rekan-rekan ngobrol, mulai dari pendadaran sampai menetapkan hari futsalnya berikutnya, yang akhirnya jatuh pada hari Ahad esok
*ngebet banget*
Setelah itu, saia berbincang dengan rekan saia, sebut saja ASC. “Wah, boros ya sekarang IM3 klo ga ada pulsa 2000 SMS. Udah dihapus kan pulsa 2000 SMS nya?” tanyaku untuk meyakinkan. “Aq tadi baru aja beli, emang jarang sekarang, tapi masih ada kok” sahut ASC. “Masih ada?!! Wow, beli dimana?”
tanyaku dengan penasaran. “Di Kopma tuh, pas aku beli masih ada 5, aq langsung beli 2″ jawabnya. “Kayaknya g dihapus kok yang program 2000 SMS itu, cuma sepertinya dibatasi” terang ASC kemudian.
Kayaknya g dihapus kok yang program 2000 SMS itu, cuma sepertinya dibatasi
Tidak lama, bergabunglah saudara sepupu saia, yang besok akan maju pendadaran. “Coba aja minta dikirimi pulsa yang IM3 SMS, bisa kok” seraya mengingatkan bahwa saudara sepupuku yang lain punya bank pulsa. “Woo, SMS ah…” sahut saia gembira
Akhir cerita, saia berhasil mendapatkan pulsa IM3 2000 SMS yang saia kira telah dicabut programnya.. Alhamdulillah..
Ayo bedakan warnanya!
Pagi hari ini,, *udah siang kali*
sedang iseng, dan melakukan kegiatan seperti biasa *ngenet*
. Akhirnya tertuju pada sebuah tret di kaskus yang menurut saia cukup menarik. Tret ini sedang membahas sebuah tantangan untuk menguji sejauh mana kemampuan mata membedakan warna berdasarkan hue. Mungkin hampir sama seperti test buta warna, namun lebih lama dan sedikit lebih butuh tenaga (lol) Nama tantangan ini adalah Online Color Challenge.
Intinya dari tantangan ini adalah mengurutkan gradasi warna, dengan acuan warna yang ada di ujung kanan dan kiri. Jika bisa mendapatkan nilai 0, maka anda dinyatakan perfect, artinya semua warna bisa diurutkan dengan baik. Dikatakan di website ini, hanya terdapat 1:255 wanita dan 1:12 pria yang tidak mampu menyelesaikan tantangan ini dengan baik. Untuk membandingkan dengan user lain, score bisa disubmit, dan dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan rentang umur.
Setelah saia coba, dan ternyata saia mendapatkan score 20, masih berada di kelompok agak atas.. lumayan lah..
ini buktinya, saia beri screenshotnya (lol)
Berminat? Silakan mencoba…
sumber :
Generate White Gaussian Noise
Hari ini saia mendapat sms dari seorang teman, yang membutuhkan sebuah generator white gaussian noise, dengan mengandalkan sebuah fungsi random yang menghasilkan sebuah variabel bebas. Variabel bebas tersebut mempunyai distribusi sama (seperti peluang munculnya sebuah nilai tertentu pada pelemparan dadu) atau sering disebut distribusi uniform. Padahal yang dibutuhkan adalah variabel dengan distribusi gaussian atau distribusi normal. Wah, bagimana caranya ya?
Akhirnya, setelah surfing kesana kemari,
ketemu juga deh.
Salah satu cara membangkitkan variabel dengan Distribusi Gaussian dari adalah menggunakan Limit Central Theorem. Inti dari Limit Central Theorem ini adalah jumlahan dari N variabel bebas, distribusinya dapat mendekati distribusi Gaussian, bila N mendekati tidak berhingga. Algoritmanya adalah :
X = 0;for i = 1 to NU = Random ; // jangkauan [0,1]X = X + U;end;
Yup, simple saja seperti itu.
Namun, variabel bebas antara [0,1], mempunyai nilai mean = 1/2 dan varians = 1/12, sehingga distribusi Gaussnya juga akan terpengaruh oleh rataan dan varians tersebut. Agar rataannya menjadi 0 dan varians-nya menjadi 1, maka variabel X tersebut harus digeser. Algoritma penggeserannya cukup sederhana :
X = X - N/2X = X - sqrt (12/N)
Bila diinginkan rataannya adalah mean dan varians-nya adalah variance, maka ditambahkan baris:
X' = mean + sqrt (variance) * X
Agar diperoleh hasil yang baik, disarankan untuk memilih nilai N ≥ 20. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.. :-D
Welcome to my official blog
Uwwh… After struggling for a day, finally I can install my plurk’s emoticon in my blog
Big thanks to dhani for such nice tutorials.
As this is my first time I’ve written my blog in English
, please feel free to correct or even criticism my English if you found something unusual
I’ll very grateful for your attention.
Enjoy then!
Hello world!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!














